Rayuan Setan Dalam Pacaran  

Diposting oleh Samsurijal di beranda ,

Para pembaca yang budiman, ketika seseorang beranjak dewasa, muncullah benih di dalam jiwa untuk mencintai lawan jenisnya. Ini merupakan fitrah (insting) yang diberikan oleh Allah kepada manusia. Allah ta'ala berfirman yang artinya, "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan terhadap perkara yang dinginkannya berupa wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenagan hidup di dunia. Dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik." (QS. Ali Imran: 14)


Adab Bergaul Antara Lawan Jenis

Islam adalah agama yang sempurna, di dalamnya diatur seluk-beluk kehidupan manusia, bagaimana pergaulan antara lawan jenis. Di antara adab bergaul antara lawan jenis sebagaimana yang telah diajarkan oleh agama kita adalah:

1. Menundukkan pandangan terhadap lawan jenis

Allah berfirman yang artinya, "Katakanlah kepada laki-laki beriman: Hendahlah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. an-Nur: 30). Allah juga berfirman yang artinya,"Dan katakalah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. an-Nur: 31)

2. Tidak berdua-duaan

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Janganlah seorang laki-laki berdua-duaan (kholwat) dengan wanita kecuali bersama mahromnya." (HR. Bukhari & Muslim)

3. Tidak menyentuh lawan jenis

Di dalam sebuah hadits, Aisyah radhiyallahu 'anha berkata, "Demi Allah, tangan Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita sama sekali meskipun saat membaiat (janji setia kepada pemimpin)." (HR. Bukhari). Hal ini karena menyentuh lawan jenis yang bukan mahromnya merupakan salah satu perkara yang diharamkan di dalam Islam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi, (itu) masih lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya." (HR. Thabrani dengan sanad hasan)

Jika memandang saja terlarang, tentu bersentuhan lebih terlarang karena godaannya tentu jauh lebih besar.

Salah Kaprah Dalam Bercinta

Tatkala adab-adab bergaul antara lawan jenis mulai pudar, luapan cinta yang bergolak dalam hati manusia pun menjadi tidak terkontrol lagi. Akhirnya, setan berhasil menjerat para remaja dalam ikatan maut yang dikenal dengan "pacaran". Allah telah mengharamkan berbagai aktifitas yang dapat mengantarkan ke dalam perzinaan. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya, "Dan janganlah kamu mendekati zina, sesugguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk." (QS. al-Isra': 32). Lalu pintu apakah yang paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!!

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah menetapkan untuk anak adam bagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata adalah dengan memandang, zina lisan adalah dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan dan berangan-angan, lalu farji (kemaluan) yang akan membenarkan atau mendustakannya." (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah kita ibaratkan zina adalah sebuah ruangan yang memiliki banyak pintu yang berlapis-lapis, maka orang yang berpacaran adalah orang yang telah memiliki semua kuncinya. Kapan saja ia bisa masuk. Bukankah saat berpacaran ia tidak lepas dari zina mata dengan bebas memandang? Bukankah dengan pacaran ia sering melembut-lembutkan suara di hadapan pacarnya? Bukankah orang yang berpacaran senantiasa memikirkan dan membayangkan keadaan pacarnya? Maka farjinya pun akan segera mengikutinya. Akhirnya penyesalan tinggallah penyesalan. Waktu tidaklah bisa dirayu untuk bisa kembali sehingga dirinya menjadi sosok yang masih suci dan belum ternodai. Setan pun bergembira atas keberhasilan usahanya...

Iblis, Sang Penyesat Ulung

Tentunya akan sulit bagi Iblis dan bala tentaranya untuk menggelincirkan sebagian orang sampai terjatuh ke dalam jurang pacaran gaya cipika-cipiki atau yang semodel dengan itu. Akan tetapi yang perlu kita ingat, bahwasanya Iblis telah bersumpah di hadapan Allah untuk menyesatkan semua manusia. Iblis berkata, "Demi kekuasaan-Mu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." (QS. Shaad: 82). Termasuk di antara alat yang digunakan Iblis untuk menyesatkan manusia adalah wanita. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah (ujian) yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita." (HR. Bukhari & Muslim). Kalaulah Iblis tidak berhasil merusak agama seseorang dengan menjerumuskan mereka ke dalam gaya pacaran cipika-cipiki, mungkin cukuplah bagi Iblis untuk bisa tertawa dengan membuat mereka berpacaran lewat telepon, SMS atau yang lainnya. Yang cukup menyedihkan, terkadang gaya pacaran seperti ini dibungkus dengan agama seperti dengan pura-pura bertanya tentang masalah agama kepada lawan jenisnya, miss called atau SMS pacarnya untuk bangun shalat tahajud dan lain-lain.

Ringkasnya sms-an dengan lawan jenis, bukan saudara dan bukan karena kebutuhan mendesak adalah haram dengan beberapa alasan: (a) ini adalah semi berdua-duaan, (b) buang-buang pulsa, dan (c) ini adalah jalan menuju perkara yang haram. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Penulis: Ibnu Sutopo
Sumber: Buletin At-Tauhid

Hujan, Rahmat, dan Bencana  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

"Hujan, Rahmat, dan Bencana"

Negeri yang Baik, maka dengan hujan tumbuhlah tanaman dan buah-buahan dengan seizin Allah, adapun Negeri yang Jelek maka dengan hujan tidak keluar dari buminya kecuali kembali merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran Kami bagi kaum yang bersyukur.

Q.S. Al-A’raaf: 58

Syair Arab - Sastra Islami  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

Jangan berbicara tanpa ilmu /tanpa dalil::

إذا ما الأصل ألفي غير زاك فما تزكو مدى الدهر الفروع

Apabila pondasi (akar)nya tidak kuat
Maka cabangnya pun akan demikian sepanjang masa

وإذا الدعاوى لم تقم بدليلها بــ النص فهي على السفاه دليل

Jika para pendakwa tidak menopang dalilnya dengan argumentasi
Maka dia berada di atas selemah-lemahnya dalil

الدعاوى ما لم تقيم عليهابيناتابناءها ادعياء

Para pendakwa yang tidak menopang dakwaannya dengan argumentasi
Maka dia hanyalah para pendakwa belaka

Memaksa ::

إذالم يكن إلا الأسنة مركب * فماحيلة المضطر إلا ر كوبها
Apabila tidak ada yang lain melainkan hanya tombak untuk dikendarai
Maka tidak ada jalan lain bagi yang terpaksa kecuali menaikinya.

Bodoh ::

أَعَاذَكَ اللَّه مِنْ سِهَامِهِم وَمُخْطِئٌ مَنْ رَمِيُّهُ القَمَرُ
Semoga Alloh melindungi dari bidikan anak panah mereka
Sungguh naïf orang yang membidikkan anak panahnya ke bulan

يقولون قولا لم يفهموها وإذا قيل لهم حققوا لم يحققوا

Mereka berucap suatu ucapan yang mereka sendiri tidak memahaminya
Dan bila dikatakan: buktikanlah maka mereka tidak mampu membuktikannya

Saat selesai menulis ::

كتبت وقد أيقنت يوم كتابتي بأن يدي تفنى ويبقى كتابه

واعلم أن الله لا بد سائلي فيا ليت شعري ما يكون جوابه

Ketika saya menulis saya yakin
Bahwa tanganku akan binasa sedang tulisanku kekal
Dan saya tahu bahwa Alloh pasti akan menanyaiku
Aduhai, apakah nanti jawabnya

Curang / standard ganda ::

أحرام على بلابله الوح حلال للطير من كل جنس

Apakah pohon besar itu haram bagi burung bulbul
Tetapi halal bagi burung jenis lainnya

Jangan mencari masalah ::

إن كان بيتك من الزجاجة

فلا ترم بيوت الناس بالهجارة

Bila rumahmu terbuat dari kaca
Maka jangan lempari rumah orang lain dengan batu

Jika selalu salah faham ::

و كم من عائب قولا صحيحا و آفته من الفهم السقيم

Berapa banyak orang yang mencela ucapan yang benar
Sebabnya karena pemahaman yang salah/buruk

لو كنت تعلم ما أقول عذرتنيأو كنت أعلم ما تقول عذلتكا

لكن جهلت مقالتي فعذلتنيوعلمت أنك جاهل فعذرتكا

Seandainya kamu faham ucapanku niscaya kamu akan memaafkanku
Atau aku mengetahui ucapanmu maka aku mengkritikmu
Tetapi engkau tidak faham ucapanku sehingga mencelaku
Dan aku tahu bahwa kamu tidak faham maka aku memaafkanmu

علي نحت القفافي من معادنها

و ما علي إن لم تفهم البقر

Tugasku adalah mengukir bait-bait syair dari sumbernya
Dan bukanlah tugasku jika sapi itu tidak paham

Dusta ::

سبحان الله هذا بهتان عظيم

“Maha Suci Allah, Ini sungguh adalah suatu kedustaan yang besar.”

فالبهت عندكم رخيص سعره حثوا بلا كيل ولا ميزان

Di sisi kalian dusta itu sangat murah harganya
Tanpa ditakar dan ditimbang mereka menghamburkannya

Jika tidak mengerti (bingung) / tidak kompeten ::

وإذا لم تر الهلال فسلملأناس رأوه بالأبصار

Apabila engkau tidak melihat bulan sabit maka serahkanlah
Kepada manusia yang melihatnya dengan mata kepala

تَخُضْ فِيْ حَدِيْثٍ لَيْسَ مِنْ حَقِّكَ سِمَاعُهُ

Janganlah engkau menyelam ke suatu pembicaraan
yang engkau tidak berhak mendengarkannya

تكاثرت الظياء على خراشفما يدري خراش ما يصيد

Kijang itu begitu banyak di hadapan Khirasy (sebangsa serigala)
Sehingga dia tidak tahu mana yang harus diburu terlebih dahulu

ستبدي لك الأيام ما كنت جاهلا ويأتيك بالأنباء من لم تزود

Waktu akan menampakkan apa yang tidak kamu ketahui
Dan datang memberimu berita tentang apa yang tak kamu ketahui

لكل مقال مقام و لكل مقام مقال

Setiap ucapan ada tempatnya, dan setiap tempat ada ucapannya tersendiri

Tidak Sejalan ::

سارت مشرقة وسرت مغربا

شتان بين مشرق ومغرب

Dia berjalan ke timur dan aku berjalan ke barat
Aduhai alangkah jauhnya timur dan barat

رَاحَت مُشَرِّقَة وَرُحتُ مُغَرِّبًا فَمَتَى لِقَاءُ مُشَرِّقٍ وَمُغَرِّبِ

Dia berjalan ke arah timur dan aku berjalan ke arah barat
Kapankah akan bertemu yang ke timur dengan yang ke barat ?!

كُلٌّ يَدَّعِي وَصْلا بِلَيْلَى وَلَيْلى لا تُقِرُّ لَهُمْ بِذَاكَ

Semua mengaku-ngaku punya hubungan dengan Laila
Namun Laila memungkiri semua pengaku-akuan itu

لاَ يَحْمُدُ السَّيْفُ كُلَّ مَنْ حَمَلَهُ
Pedang itu tidak memuji setiap orang yang membawanya

فحسبكم هذا التفاوت بينن

وكل إناء بما فيه ينضح

Cukuplah bagi kalian perbedaan diantara kita
Dan setiap bejana memercikkan isinya

Menolak Kebenaran ::

وعين الرضا عن كل عيب كليلة

كما أن عين السخط تبدي المساويا

Pandangan simpati menutup segala cela
Sebagaimana pandangan benci menampakkan segala cacat

وَمَنْ يَكُ ذَا فَمٍ مُرٍّ مَرِيْضٍ يَجِدُ مَرًّا بِهِ المَاءَ الزُّلالا
Barangsiapa yang merasa sakit mulutnya
Niscaya air yang tawar akan terasa pahit baginya

إِن ُ كنتَ َ لا تَدرِي فَتِلكَ مُصِيبٌَة

وَإِن ُ كنتَ تَدرِي َفاُلمصِيبَُة َأع َ ظمُ

Jika engkau tidak tahu maka ini musibah
Dan apabila engkau tahu maka musibahnya lebih parah

إِن كُنتَ لاَ تَدرِي فَتِلكَ مُصِيبَةٌ وَإِن كُنتَ تَدرِي فَالمُصِيبَةُ أَعظَمُ

Jika engkau tidak tahu maka ini musibah
Dan apabila engkau tahu maka musibahnya lebih parah

كم من كتاب قد تـصفحته وقلت في نفسي لقد صححته

ثم إذا طـالعته ثــانيــا رأيت تـصحيـفا فأصلحته

Betapa banyak buku yang telah kubaca
Kukatakan di dalam hati, semuanya kubenarkan
Kemudian tatkala kutelaah untuk kali kedua
Kutemui kesalahan maka kubenahi (agar benar)

Mencela Ulama Ahlus Sunnah ::

واعلم رحمك الله أن لحوم العلماء مسمومة

“Ketahuilah semoga engkau dirahmati Alloh, bahwa daging para ulama itu beracun”
[Imam Ibnu Asakir dalam Tabyin Kadzibil Muftari. Melalui perantaraan al-Aqwaal hal. 2]

احذر لسانك أن يقول فتبتلى إن البلاء موكل بالمنطق

Jaga lidahmu untuk berujar dari petaka
Sebab petaka itu bergantung pada ucapan

Tempuhlah Jalan Keselamatan ::

ترجو النجاة و لم تسلك مسالكها

إن السفينة لا تجري على اليبس

Kau dambakan keselamatan, tapi engkau tak menempuh jalurnya
Sungguh bahtera tak kan pernah berlayar di daratan

والحق منصور وممتحن

فلا تعجب فهذي سنة الرحمن

Kebenaran itu akan menang dan mendapat ujian,
maka janganlah heran, sebab ini adalah sunnah ar-Rahman (sunnatullah)

Tergesa-gesa ::

من استعجل الشَّيء قبل أوانه عوقب بحرمانه

“Barang siapa yang tergesa-gesa ingin memetik sesuatu sebelum saatnya,
niscaya ia akan dihukumi dengan kegagalan mendapatkannya.”

Jangan Ikuti Hawa Nafsu ::

والنفس كالطفل إن تهمله شب على *** حب الرضاع وإن تفطمه ينفطم

Hawa nafsu itu bagaikan anak kecil, bila kau manjakan maka sampai besar
ia akan terus senang menyusu dan bila kau hentikan maka akan berhenti

Nasehat Ibnu Qayyim :: [dalam Madarijus Salikin (III/200)]

“Apabila seorang mukmin menghendaki supaya Alloh menganugerahinya bashiroh (ilmu yang mendalam) di dalam agama, pengetahuan akan sunnah Rasul-Nya dan pemahaman akan kitab-Nya dan diperlihatkan hawa nafsu, bid’ah, kesesatan dan jauhnya manusia dari shirothol mustaqim, jalannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dan para sahabatnya. Apabila ia menghendaki untuk menempuh jalan ini, maka hendaklah ia persiapkan dirinya untuk dicemooh oleh orang-orang bodoh dan ahlul bid’ah, dicela, dihina dan ditahdzir oleh mereka. Sebagaimana pendahulu mereka melakukannya kepada panutan dan imam kita Shallallahu ‘alaihi wa Salam.

Adapun apabila ia menyeru kepada hal ini dan mencemooh apa-apa yang ada pada mereka, maka mereka akan murka dan membuat makar kepadanya...

Sehingga dirinya menjadi orang yang :

Asing di dalam agamanya dikarenakan rusaknya agama mereka

Asing di dalam berpegangteguhnya ia kepada sunnah dikarenakan berpegangnya mereka dengan kebid’ahan

Asing di dalam aqidahnya dikarenakan rusaknya aqidah mereka

Asing di dalam sholatnya dikarenakan rusaknya sholat mereka

Asing di dalam manhajnya dikarenakan sesat dan rusaknya manhaj mereka

Asing di dalam penisbatannya dikarenakan berbedanya penisbatan mereka dengannya

Asing di dalam pergaulannya terhadap mereka dikarenakan ia mempergauli mereka di atas apa yang tidak disenangi hawa nafsu mereka

Kesimpulannya: ia adalah orang yang asing di dalam urusan dunia dan akhiratnya, yang masyarakat tidak ada yang mau menolong dan membantunya.

Karena dirinya adalah :

Seorang yang berilmu di tengah-tengah orang yang bodoh

Penganut sunnah di tengah-tengah pelaku bid’ah

Penyeru kepada Alloh dan Rasul-Nya di tengah-tengah penyeru hawa nafsu dan bid’ah

Penyeru kepada yang ma’ruf dan pencegah dari yang mungkar di tengah-tengah kaum yang menganggap suatu hal yang ma’ruf sebagai kemungkaran dan suatu hal yang mungkar sebagai ma’ruf.”

*sumber:
islam-download.net
Al-Ilmu.web.id
muslim.or.id
abusalma.wordpress.com


Ikhwan Sejati  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

Seorang remaja pria bertanya pada ibunya: Ibu, ceritakan padaku tentang ikhwan sejati...

Sang Ibu tersenyum dan menjawab... Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja, tetapi bagaimana dia dihormati didalam rumah... � Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, tetapi dari hati yang ada dibalik itu...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja, tetapi komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya...

Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan, tetapi dari tabahnya dia mengahdapi lika-liku kehidupan...

Ikhwan Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca Al-Quran, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca...

....setelah itu, ia kembali bertanya...

" Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ibu ?"

Sang Ibu memberinya buku dan berkata.... "Pelajari tenteng dia..." ia pun mengambil buku itu

"MUHAMMAD", judul buku yang tertulis di buku itu

(www.dudung.net)

Awal sebuah puisi  

Diposting oleh Samsurijal

Tanpa sadar ada kata yang terucap, lalu menjadi kalimat hingga terpatri menjadi bait demi bait dalam bahasa puisi. Makna sering kali jauh dari arti dan bentuk. Seperti itulah puisi, samar lalu terbiasa jadi gelap. Hingga ada yang mampu menemukan titik terang.

Mengenai puisi saya, maaf jika kurang bagus. Karena saya bukan seorang yang mahir, saya pun tak pernah menekuninya.

Saya masih ingat saat pertama kali menulis puisi (karangan sendiri). Saat itu senja, saya bertiga kawanku menikmatinya sambil membahas apa yang akan kita lakukan esok setelah hari yang melelahkan. Lalu datanglah tiga gadis berjalan kearah, aku pun pura-pura tak melihatnya karena terselimuti perasaan malu saat itu. Yang tengah memakai jilbab, sedangkan kedua kawannya tidak. Saat mereka bertiga telah melewati saya dan kedua kawanku Taufik dan Heri, saya langsung merogoh sakuku mengambil polpen dan menyuruh Heri menyobek selembar kertas untukku. Lalu kata - kata bait pertama yang ku anggap sebagai judul ku gores bertuliskan Di Bawah Senja.

Di Bawah Senja

Dikau bertiga kawanmu
Berjalan ke arahku
Tersibak cahaya senja di jilbabmu
Aku memandangmu sampai pengujung mataku
=//% 2+.*2
. 3.55 //

Pendamping Sejati Nan Islami  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

Ialah perempuan yang tidak mengiyakan semua perkataan kekasihnya
Bukan perempuan yang selalu sependapat dengan kekasihnya
Bukanpula perempuan yang selalu memujinya
Bukan pula yang selalu menceriakan kekasihnya
Bukan pula perempuan yang selalu seiring sejalan


Tetapi..bagiku..
Perempuan sejati yang islami
Adalah perempuan yang menunjukkan padaku setiap salahkataanku
Dan memberiku perkataan yang benar
Perempuan yang memberiku argumen lain yang memperkaya wawasanku
Perempuan yang dapat mengingatkanku saat aku lalai
Perempuan yang tak hanya membuatku ceria di sisinya
Tapi juga dapat membuatku menangisi kekeliruanku
Perempuan yang akan mengingatkanku saat aku malas
Dan membuatku menyadari kesalahanku
Lalu ia membimbingku bersamanya

Dan yang terpenting..
Pendamping sejati yang islami adalah perempuan yang mampu mendukung,
mengarahkan dan mengajarkanku cara mengarungi hidup sesuai tuntunan
Rasul dan Ilahi.

*di saung KMB Mesir.

Dalil-dalil yang menjelaskan tentang Kesejajaran istri terhadap dzikir dan syukur dan hubungannya:
1. Ibnu Majah dan Tirmidzi (Kedudukan Istri Sejajar dengan Dzikir dan Syukur)
"Ketika turun ayat 34 dalam surat At-Taubah; 'Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya di jalan Allha SWT, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapatkan) adzab yang pedih. Kami bersama Rasulullah SAW dalam sebagian perjalanan beliau. Sebahagian sahabat bertanya, 'Telah turun ayat tentang emas dan perak. Maka, andaikan kami tahu harta apa yang terbaik, kemudian kami akan mengambilnya. Naka Rasulullah bersabda, 'Lisan yang berdzikir, hati yng bersyukur, dan isitri yang beriman yang menolongnya atas keimanannya.

2. QS. Ar-Ra'du ayat 28 (Keutaman dzikir)
"Orang-orang yang beriman dan menjadi tenteram hatinya dengan mengingat (dzikir_ kepada Allah SWT. Ketahuilah, hanya dengan berdzikir hati menjadi tenteram.

3. QS. Al-Baqarah ayat 152 (Dzikir juga merupakan syarat jika ingin diingat Allah)
"Karena itu ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula kepadamu)."

4. HR. Bukhari (Keagungan Dzikir)
"Barang siapa mengingat-Ku dalam dirinya, Aku akan mengingatnya pada Diriku. Dan barang siapa mengingat-Ku di keramaian maka Aku akan mengingatnya di dalam kelompok makhluk yang lebih baik darinya(malaikat)

5. QS. Ibrahim ayat 7 (Syukur adalah jaminan ditambahkannya nikmat dan rahmat serta jaminan jaminan keterbebasan dari adzab akibat khufur nikmat)
"Jika kamu bersyukur, pasti aku tambah nikmat-Ku. Jika kamu khufur (nikmat), sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih".

Shahihnya Hadits Yang Membolehkan Berduaan  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

Seorang wanita [non-muhrim] dari kaum Anshar telah mendatangi Nabi saw., lalu beliau berduaan dengannya. (HR Bukhari & Muslim dari Anas bin Malik r.a.) Inilah salah satu dari hadits-hadits shahih yang terlupakan (jarang diungkap kepada publik).

Hadits tersebut dimuat di Shahih Bukhari, kitab “Nikah”, bab “Sesuatu Yang Membolehkan Seorang Pria Berkhalwat dengan Seorang Perempuan di Dekat Orang-orang”, jilid 11, hlm. 246. Hadits tersebut juga dimuat di Shahih Muslim, kitab “Keutamaan Para Shahabat”, bab “Keutamaan Kaum Anshar”, jilid 7, hlm. 174.

Kebanyakan ulama sepakat menetapkan bahwa dari segi sanad (periwayatan), derajat hadits yang paling tinggi (paling shahih) adalah yang dimuat di Shahih Bukhari dan sekaligus Shahih Muslim. (Peringkat kedua adalah yang dimuat di Shahih Bukhari, tetapi tidak dimuat di Shahih Muslim. Peringkat ketiga adalah yang dimuat di Shahih Muslim, tetapi tidak dimuat di Shahih Bukhari.) Jadi, keshahihan hadits tersebut amat sangat meyakinkan dan tidak meragukan sama sekali.

Lantas, apakah dengan shahihnya hadits tersebut, engkau boleh berduaan dengan pacarmu sebebas-bebasnya? Tidak! Imam Bukhari mengatakan secara tersirat (dari judul bab yang memuat hadits tersebut) bahwa berduaan itu boleh dengan syarat “di dekat orang-orang”.

Apa yang dimaksud dengan “di dekat orang-orang“? Mari kita simak penjelasan Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani dalam kitabnya, Fathul Bari. Kitab ini kami pilih karena kitab inilah yang secara luas diakui sebagai kitab terbaik di antara kitab-kitab yang menjelaskan hadits-hadits shahih Bukhari.

Menurut Ibnu Hajar, “di dekat orang-orang” itu maksudnya keadaan mereka berdua “tidak tertutup dari pandangan orang lain” dan suara pembicaraan mereka “terdengar oleh orang lain” walaupun secara sama-samar (sehingga isi pembicaraan mereka tidak diketahui oleh orang lain). Lebih lanjut, Ibnu Hajar menerangkan, “Hadits tersebut juga menunjukkan bahwa pembicaraan dengan non-muhrim yang bersifat rahasia tidaklah tercela dalam agama jika aman dari kerusakan [lantaran zina dan kemunkaran lainnya].” (Fathul Bari, jilid 11, hlm. 246-247)

Atas dasar itu, kami simpulkan: Kita boleh berduaan dengan non-muhrim bila terawasi, yaitu dalam keadaan yang manakala terlihat tanda-tanda zina, yang ‘kecil’ sekalipun, akan ada orang lain yang menaruh perhatian dan cenderung mencegah terjadinya zina.

Lantas, bagaimana dengan hadits-hadits shahih lain yang menyatakan terlarangnya berkhalwat (berduaan) dengan non-murim? Tidakkah bertentangan? Tidak! Hadits-hadits yang menyatakan terlarangnya khalwat itu bersifat umum. Keumumannya telah dibatasi (ditakhshish) oleh hadits di atas. Dengan kata lain, hadits-hadits tersebut menyatakan: Kita tidak boleh berduaan dengan non-muhrim (tanpa disertai muhrim), kecuali bila terawasi (di dekat orang lain).

Jadi, kalau engkau berduaan dengan pacarmu (atau pun lawan-jenis non-muhrim lainnya), pastikanlah bahwa kalian berada dalam keadaan terawasi (di dekat orang lain). Adapun ketika kita melihat seseorang berduaan dengan pacarnya (atau pun lawan-jenis non-muhrim lainnya), seharusnya di antara kita ada yang mengawasi mereka supaya mereka tidak berzina. Jangan malah pura-pura tak tahu atau pun melarang mereka berduaan!

Sumber: http://pacaranislami.wordpress.com/

Hari ini seperti pagi...  

Diposting oleh Samsurijal di beranda







Hari ini seperti pagi
Saat - saat aku pergi
Dari sebuah mimpi

Kenyataan menghampiri
Meneteskan embun pagi

Selamat Datang Gadis Berjubah!  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

Selamat datang Gadis Berjubah!Duduklah sejenak.Tahukah, jika mataku mencuri pesonamu yang tidak bisa kuberikan kembali padamu.Begitu elok terukir alam.Bisa kurasakan irama jantungmu walau Dikau tak berada dalam dekapanku.Bisa kurasakan harumnya nafasmu merekah mawar merah menusuk jalannya nafasku mengalir dalam nadiku.Bisa kurasakan kehangatan dalam hatimu.Itu semua membuat hatiku menyambut Dikau dengan penuh kelapangan di taman cintaku saat ku masih duduk.

Siang menepi, Dikau pergi bersamanya. Belum sempat kudengar suaramu. Senja menampakkan wajahnya yang jingga.Kumasih duduk dalam ketenanganku yang penuh asa bertemu lagi dengan gadis yang berjubah putih yang tanpa kusadari mencuri kotak emas hatiku.Kini bintang menampakkan wajanya.Kegelisahan menyelimutiku. Mataku enggan membawaku mengarungi malam…

*Isyarat
sepi-

Tiga puluh enam purnama ku tuliskan catatan rindu
tanpa derap langkamu di sisiku.
Setelah berusaha mengukir cintaku di atas prahara hatimu
Semuanya runtuh tak bergema dalam bisu malam

Banyak puing puisi yang tersisa, terpatri di pematang rindu
Sesekali menyandung kaki, saat mencari penyejuk hati, serupamu

Betapa pun inginmu tuk dilupakan
Dari semua asa yang pernah ada
Aku tak mampu


Kenangamu dan rinduku bagai badai
Kubutuh ketenanganmu

Unsomeone  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

Tanpa kekasih kutulis kata - kata ini
Sendiri di atas bangku reok
Bersama kekosongan asa, kebisuan makna
Pena tumpul buku usang
Yang dipenuhi kata yang patah
Rapuh dan terbang tersapu angin

Tak lagi melekat penuh warna
Tak lagi syahdu penuh irama
Tak lagi wangi penuh bunga
Tak lagi kemilau penuh cahaya
Tak lagi ada bisikan penuh kemesraan
Seperti kala kekasihku ada...

Dari sebuah catatan pada kertas usang
Di laci meja yang tak pernah ku kunci

Dari berbagai sumber

Allah SWT telah berfirman atas segala kekuasaan dan kebesaran yang dimiliki-Nya sebagaimana firmannya dalam QS. Al- Fushshilat yang artinya:"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa
sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?"
http://samsurijal.blogspot.com/search?updated-max=2008-02-22T21%3A39%3A00%2B08%3A00&max-results=7
Marilah kita bersyukur atas segala tanda - tanda kekuasaan-Nya yang diperlihatkan pada kita ciptaan-Nya.

Gambar lainnya bisa dilihat di http://www.islamcan.com/miracles/index.shtml

Lafal Allah di Buah Mangga

Lafal Allah pada Saat di Kue

Dahliani (26), pembuat kue Agar-Agar yang berlafazdh “Allah” di atasnya.
Dia memperlihatkan kue tersebut kepada wartawan di rumahnya di Desa Baet Kecamatan Baitussalam Aceh Besar, Rabu (28/3)–foto: RAKYATACEH.COM

Lafal Allah pada Sebutir Telur

Lafal Allah pada Sebutir Telur

Lafal Allah pada Sebutir Telur

Lafal Allah pada Sehelai Daun
Lafal Allah pada Sehelai Daun


8448974.jpg

BATU TERAPUNG SELAMANYA (KATANYA SEJAK JAMAN NABI)

batu yang sujud

Batu karang yang sedang sujud.

Pohon Kaktus
Pohon Kaktus yang tumbuh membentuk Lafal Allah.

Buah Labu
Buah Labu


Tulisan Allah di Bumi Africa
Lafaz Allah tertulis dengan Jelas di Tanah Africa, di lihat dari satelit.

Lafaz Allah di Buah Melon

Lafaz Allah di Buah Melon

Lafaz Allah di Lautan

Lafaz Allah di Lautan , di lihat dari Satelit
Lafaz Allah di Tangan kita

LEBAH YANG MENULIS

Lebah yang Membentuk Allah

LEBAH YANG MENULIS “ALLAHU”
(Those who are familiar with Arabic will easily be able to identify what this beehive spells - “Allahu”)


Akan terlihat dengan jelas lafal "Allah" pada batu permata tersebut bila disinari dengan cahaya

Tulisan "Ya Allah" pada teron di Bolton England


Mawar Merah di Angkasa
"Selain itu (sungguh ngeri) ketika langit pecah belah lalu menjadilah ia mawar merah, berkilat seperti minyak"
(Ar-Rahman: 37)

Gambar di atas adalah gambar ledakan bintang di angkasa yang diperoleh NASA dengan Teleskop yang sangat canggih.
Kejadian tersebut membuktikan kebenaran Al-Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu pada surah Ar-Rahman di atas


POHON YANG SEDANG RUKU

This is a recently discovered phenomenon in a forest near Sidney. As you can see, the bottom half of the tree trunk is bowed in such a way that it resembles a person in a posture of Islamic prayer - the 'ruku'. Looking closer you can see the 'hands' resting on the knees. the most amazing thing is that the 'man' is directly facing the Kaaba, Mecca which is the direction Muslims all over the world face when in prayer.


Sesungguhnya ALLAH Maha berkuasa dan dapat menjadikan apa saja yang pernah ataupun tidak pernah terfikir oleh manusia.Ini merupakan keajaiban alam ciptaan ALLAH.


THE FISH TESTIFIES THE PROPHET (S.A.W)
The story of the fish began when Mr. Goerge Wehbi, a Christian Lebanese, was practicing his fishing hobby, in Dakar Senegal (the Capital of West Africa). He caught many fish. When the went home his wife saw among them a strange fish about 50cm length, with some arabic writing on it. He took it to Sheikh al-Zein, who read clearly what was writen in a natural way. That could not be done by a human being, but rather a Godly Creation which the fish was born with. He read "God's Servant" on its belly and "Muhammad" near its head, and "His Messenger" on its tail


LAA ILAA HA ILLALLAH WRITEN IN BRANCHES
One brother on Germany wrote and sent this photo. "The branches clearly say in Arabic that- There is no god but Allah. This is said to be a scene on a piece of cultivated farmland in Germany. Many Germans have been said to have embraced Islam upon seeing this miraculous sight and that the German government put steel fences around the part of the farm to prevent people from visiting and witnessing this miraculous site"

Lapadz "Alloh" yang terbentuk di telingan seorang bayi

Awan yang membentuk Lapadz "Allah", kejadian ini diabadikan oleh seseorang di MekkahMasjid Nabawi dan Madinah
dua Tempat suci umat islam, di lihat dari atas satelit, berkilau.

MEKKAH BERKILAU --Ini adalah hasil pencitraan dari IKONOS Satelite milik Space Imaging Inc, AS. Masjidil Haram yang 'diintai' oleh AS pada 31 Oktober 1999 itu menampilkan fenomena menakjubkan. Terlihat di gambar hanya bagian Masjidil Haram saja yang berkilau sementara bangunan di sekitarnya tampak lebih gelap. Subhanallah. (NASA Astronomy Picture of The Day) (sumber : http://www.spaceimaging.com/gallery/ioweek/archive/01-12-09/index.htm)


MOSQUE STILL STANDS AFTER EARTQUAKE IN TURKEY
A mosque still stands amidst the rubble of collapsed buildings in this aerial view of a neigborhood in the western Turkish town of Golcuk, 60 miles east of Istanbul, August 19, 1999. The death toll from western Turkey's worst recorded eartquake surpassed 6,000, as hope waned of finding any of the thousands still missing under the mountains of rubble.




Menurut pemiliknya kalau dilihat dari dekat Gambar di atas
menunjukkan kalimah "Lailahaillah" terbentuk pada seekor ikan

sumber asli bisa dilihat di sini




Tulisan ALLAH diatas genangan air Kalimat Allah di atas genangan Air
Tulisan Allah di atas genangan Air
Dari HP Zulherman Tanpa sengaja waktu dijalan ngeliat genangan air
berlafalkan ALLAH… subhanallah ( LOKASI pengambilan photo: Antara Cikarang - Tol Bekasi Timur( Jalan Utama /pinggir jalan Kalimalang ) Allahu Akbar ! )


Hasil foto satelit memperlihatkan riak-riak gelombang Tsunami di Sri Lanka mirip tulisan kaligrafi “Allah”. (Foto: Globalsecurity. Org)

 Masjid di Meulaboh, Aceh, yang berkubah warna gelap ini tampak tetap berdiri. Sejumlah bangunan di sisi-sisinya tampak tidak tersisa tersapu tsunami. (Foto: Setpres/Dudi Anung)
Masjid di Meulaboh, Aceh, yang berkubah warna gelap ini tampak tetap berdiri.
Sejumlah bangunan di sisi-sisinya tampak tidak tersisa tersapu tsunami. (Foto: Setpres/Dudi Anung)


 Bangunan untuk bersujud kepada-Nya di salah satu sudut kota Meulaboh
Bangunan untuk bersujud kepada-Nya di salah satu sudut kota Meulaboh ini tampak tetap berdiri kokoh.
Bangunan di sekitarnya roboh tersapu gelombang tsunami, kecuali pohon kelapa. (Foto: Indra Shalihin)

 Masjid berkubah putih di sudut lain kota Meulaboh juga tampak tetap berbentuk. Sekitarnya, tampak porak-poranda. (Foto: Setpres/Dudi Anung)
Masjid berkubah putih di sudut lain kota Meulaboh juga tampak tetap berbentuk.
Sekitarnya, tampak porak-poranda. (Foto: Setpres/Dudi Anung)

Buah Tomat

Sesungguhnya ALLAH Maha berkuasa dan dapat menjadikan apa saja yang pernah ataupun tidak pernah terfikir oleh manusia.Ini merupakan keajaiban alam ciptaan ALLAH.

LAA ILAA HA ILLALLAH

Pohon yang berbentuk La Ilah Ha Ilalah.
LAA ILAA HA ILLALLAH WRITEN IN BRANCHES
One brother on Germany wrote and sent this photo. “The branches clearly say in Arabic that- There is no god but Allah. This is said to be a scene on a piece of cultivated farmland in Germany. Many Germans have been said to have embraced Islam upon seeing this miraculous sight and that the German government put steel fences around the part of the farm to prevent people from visiting and witnessing this miraculous site”


Pacaran  

Diposting oleh Samsurijal di beranda


Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?

"Pacaran" adalah suatu kata yang tidak asing lagi kita dengar di kalangan remaja. Sebetulnya apa yang disebut dengan "pacaran" itu? Betulkah di dalam Islam ada yang namanya pacaran?

Pacaran diidentifikasikan sebagai suatu tali kasih sayang yang terjalin atas dasar saling menyukai antara lawan jenis. Apabila kita lihat secara sepintas dari definisi diatas mungkin dapat disimpulkan bahwa pacaran itu merupakan suatu yang wajar dilakukan dikalangan remaja. Padahal apabila kita tinjau dari sudut agama Islam, dalam Al-Qur'an dan Al-Hadits ternyata tidak ada satu kalimatpun yang menjelaskan tentang pacaran.

Dalam Islam hanya ada khitbah (tunangan). Tapi khan tidak mungkin kita tunangan tanpa mengenal pribadi calon kita?. Tidak seperti itu, sebelum terjadi khitbah, di dalam Islam dianjurkan untuk berta'aruf (berkenalan) itupun kalau seandainya kita siap untuk nikah. Sebenarnya rugi kalau seandainya pacar kita itu bukan jodoh yang Allah SWT takdirkan untuk kita. Padahal kita sudah berkorban.

Islam sesungguhnya agama kasih sayang, sangat tidak adil jika kita memberikan kasih sayang itu kepada seseorang saja. Padahal umat Islam itu bersaudara, Firman Allah dalam QS Al-Hujurat : 10, "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara". Bagaimana kita bersaudara dalam Islam?

    1. Saling bersilaturahmi, karena dengan bersilaturahmi dapat menumbuhkan rasa kasih sayang.
    2. Saling bertausyiah, karena ketika kita lupa kita diingatkan, dan ketika orang lain lupa kita mengingatkan.
    3. Saling mendo'akan.

Jadi kita harus memberikan kasih sayang kepada seluruh umat Islam di dunia ini, bukan hanya kepada seseorang dan kelompok tertentu saja.

Untuk itu, marilah kita sama-sama untuk menghindari yang namanya pacaran itu. Karena kasih sayang tidak harus diungkapkan kepada seseorang saja, tetapi kepada siapa saja. Apabila kita melakukan suatu perbuatan yang dilarang oleh agama, maka kita akan berdosa. Begitu juga pacaran, apabila kita melakukan apa yang disebut dengan pacaran, maka kita akan berdosa pula. Na'udzubillaahi min dzalik.

Oleh karena itu, hendaklah kita :

  1. Menundukan pandangan.
  2. "Firman Allah dalam QS An-Nuur : 31 mewajibkan kita untuk menundukkan pandangan. Sabda Rasul : "Pandangan itu merupakan salah satu panah iblis."

  3. Jangan berduaan dengan lawan jenis.
  4. "Janganlah kamu pergi berduaan dengan lawan jenismu, sebab yang ketiganya adalah setan."

  5. Memperbanyak shaum sunat

Hal ini dimaksudkan agar kita selalu dapat menjaga pandangan dan menahan hawa nafsu.

Cobalah tiada lain suatu amalan yang dicintai Allah, sesungguhnya Allah akan jauh lebih mencintai kita. Carilah amalan yang disukai Allah, setelah kita tahu bahwa dalam Islam tidak ada yang namanya pacaran, cobalah untuk membatasi diri dalam hal itu. Ingatlah bahwa jangankan berpacaran, mendekatinya saja kita sudah tidak boleh. Firman Allah "Janganlah kamu dekati zina".

Kita tidak bisa menjaga pandangan dari yang tidak halal berarti kita sudah zina mata. Begitupun dengan pendengaran, pembicaraan, hati, bila tidak kita jaga dari perbuatan yang mendekati zina, berarti kita sudah berzina. Na'udzubillaahi min dzalik.

dari mediakita.cjb.net