Belantara Senja  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

Akulah orang asing yang datang pada senja. Penuh harap sebelum gelap, menemuimu di kedalaman mimpi. Aku tersesat entah arah berlari. Samar lalu hilang di antara rimbunan petang. Di manakah barat tempat senja berlari pergi?

Semua sama, penuh jingga. Yang kudekap hanyalah jingga Yang kusentuh hanyalah pepohonan jingga penuh kekekaran petang. yang kuraih hanyalah rimbunan jingga terselip petang. Yang ada hanyalah jingga dan wangi malam... Lalu semua berubah seakan angin menerbangkan dedaunan senja menumbangkan pohonnya. Bukan lagi samar petang, tapi gelap yang menyelimuti. Mataku menangkap cahaya yang jauh di hadapku. Ku dekati seakan aku tahu pemilik cahaya itu. Ku dapati dirimu di bawah cahaya kunang - kunang, jingga bercampur kuning, seakan dirimu patung emas yang hidup di kegelapan malam, tersenyum padaku. Perlahan jarak kusempitkan, dirimu menarikku.

Aku merasa asing di duniamu, tak mengerti penuh tanya. namun hasrat ingin menyeka senyummu. Membelaimu penuh cinta. Kupejamkan mata ini di sisimu, lalu ku dengar bisikmu "Hei, bangunlah dari mimpimu!"

Putra Bangsa dari Kemusuk  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

"-Innalilahi Rojiun, selamat jalan Putra Bangsa yang akan di kenang sepanjang masa-"

Dari sebuah pematang sawah
Duduk menatap padi
Pada cita yang tak terbayang
Berdiri menggapai angan

Di situlah Kemusuk
Tempat Sang Putra merangkak
Berjalan, berlari, pergi

Di situlah Kemusuk
Titipan wasiat pada keluarga

Dirimu telah di sana
Terbaring di Bumi Persada
Setelah mengukir sejarah
Pada Bangsa yang tercinta

Semua sadar setelah itu
Akan hakikat seoarang manusia

Doa, air mata, harapan
Ada di sini, di sana, dan di sana
Di Tanah air yang kau bangung

TERPENCIL DI TANAH SENDIRI  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

Air tinggal semata kaki
Pada sungai yang dalam
Tak ada lagi sumur bisa digali
Sebab akal sudah tenggelam

Begitu kita ingin hidup
Pada tanah yang ranah
Pepohonan meranggas menguap
Lelap sudah menanti rebah

Hujan tak menetes lagi
Embun masih lelapnya ketika pagi
Hanya air mata yang berinai
Pada tanah satu persatu mati

Jauh dari keramaian
Penuh kerikil samar – samar
Karena gelap tak punya bulan
Yang menerangi walau samara

-Indonesiaku butuh pemimpin yang bijak pada tiap – tiap air mata-

TUJUH SYAIR MENCARI PASANGAN SEJATI  

Diposting oleh Samsurijal di beranda


(I)
Inilah syair pertama adalah wanita yang bagus imannya
Yaitu wanita yang shalihah
Permata dunia akhirat
Seperti ummul mukminin Khadijah binti Khuwailid
Beriman dengan kerasulan Muhammad SAW
Ketika manusia mengingkarinya
Membenarkan beliau ketika manusia mendustakannya
Menolong beliau ketika manusia enggang menolong
Menjaga dirinya ketika beliau tak ada
Menjaga hartanya untuk jalan yang diridha-Nya
Carilah sepertinya di antara seribu permata.

(II)
Syair kedua adalah wanita yang subur
Dari sebuah perkawinan
Ada tujuan yang luhur
Yaitu keberlangsunan keturunan
Dari Adam dan Hawa
Hingga anak cucu
Menjadi khalifah di muka bumi ini
Sampai penutup kalam
Untuk beriman pada Allah.

(III)
Syair ketiga adalah wanita yang penyayang
Sebaik – baik wanita yang penyayang
Adalah wanita yang tulus cintanya
Mencurahkan segenap tenaganya
Untuk mendapatkan ridha
Untuk sebuah ketenangan
Penuhy tanggung jawab
Memiliki perangai yang wajar.

(IV)
Syair keempat adalah wanita yang masih gadis
Karena dia masih lunak pada jiwa yang pertama kali disandingnya
Seperti Aisyah binti Abu Bakar, wanita sejuta pesona
Dialah satu-satunya gadis yang disanding rasulullah
Itulah rahasia Illahi
Dijadikannya para wanita surga
Sebagai gadis – gadis.

(V)
Syair keenam adalah wanita yang cantik
Dengan menyanding wanita cantik
Jiwa akan terjaga kesuciannya
Sempurnahlah sebuah kebahagiaan
Karena menyejukkan jika dipandang
Begitupun bilamana cantik luar dalam
Meski ia cantik tapi tak bersyukur atasnya
Carilah yang memiliki rasa syukur atas nikmat-Nya.


(VI)
Syair keenam adalah wanita yang berhasab baik
Karena akan menurunkan generasi mulia
Berbudi luhur, beradat istiadat, berakhlak mulia
Meski hasabnya baik tapi imannya tidak
Jangan pilih dia, pilih yang sebaliknya.


(VII)
Syair ketujuh adalah wanita yang menjaga kesuciannya
Yaitu wanita yang memiliki rasa malu
Wanita yang memakai hijab karena Rabbnya
Dialah wanita surga.

-Syair ini untuk perbandingan dari segala hidup yang terlupakan ketika menginginkan pasangan sejati. Jasazakallah-

Rahasia Hati  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

Bunga untuk Kekasih  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

Memperingati satu abad hari kebangkitan Nasional  

Diposting oleh Samsurijal di beranda

""...SELAMA BANTENG-BANTENG INDONESIA MASIH MEMPUNYAI DARAH MERAH,YANG MAMPU MEMBIKIN SECARIK KAIN PUTIH, MERAH DAN PUTIH, MAKA SELAMA ITU JUGA, TIDAK AKAN KITA PERNAH MAU MENYERAH KEPADA SIAPAPUN JUGA!!!!" ---Bung Tomo,Nopember 1945--- "

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, tahun 2007 baru saja meninggalkan kita, tahun yang pastinya banyak terisi oleh kenangan-kenangan yang mungkin tidak akan pernah bisa kita lupa. Kita sama-sama berharap, dengan berlalunya tahun 2007 hilang pula semua kejelekan pada diri kita,berganti dengan kebaikan-kebaikan.

Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air,tepat satu abad yang lalu sekelompok pemuda mendirikan sebuah organisasi yang mereka beri nama boedi oetomo. sebuah organisasi yang kelahirannya diperingati sebagai hari kebangkitan nasional. saya sadar bahwa saya bukanlah siapa-siapa, tapi saya ingin mengajak kepada saudara-saudara sekalian, pemuda-pemudi Indonesia pada umumnya dan saya sendiri khususnya,marilah, kita bersama-sama kembali merenungi apa makna hari kebangkitan nasional.

Bangkit, bisa diartikan kembali bangun. apabila pada masa lalu kita bangkit melawan penjajahan Belanda, maka pada masa sekarang ini, kita harus bangkit melawan penjajah-penjajah baru.

mungkin saudara-saudara sekalian bertanya-tanya, siapa penjajah kita sekarang?bukankah kita telah merdeka sejak 62 tahun yang lalu?

ketahuilah wahai saudara-saudaraku, bahwa penjajah yang kita hadapi saat ini, jauh lebih kejam dari penjajah di masa lalu. pada masa lalu, ketika kakek-kakek kita berperang, bisa jadi ribuan atau mungkin puluhan ribu jiwa jadi korban. tapi sekarang, korbannya bukan lagi ribuan atau puluhan ribu jiwa, melainkan jutaan nyawa.

siapakah penjajah itu wahai saudara-saudaraku? ketahuilah, bahwa penjajah itu bernama kebodohan, kemiskinan, neo-kapitalisme, neo-liberalisme. maka, ketika kita sudah mengetahui siapa musuh kita, sekaranglah saatnya kita bangkit! negeri ini sudah cukup lama menderita! negeri ini sudah bosan terpuruk! jutaan anak di negeri ini sudah lama merindukan bangku sekolah! jutaan rakyat sudah muak hidup dalam kesengsaraan!

saudaraku sebangsa dan setanah air, marilah kita jadikan peringatan satu abd hari kebangkitan nasional ini sebagai momentum kebangkitan menuju Indonesia baru. Indonesia yang bebas dari korupsi, Indonesia yang bebas dari buta huruf, Indonesia yang dua ratus juta penduduknya menikmati kehidupan yang layak! tidak ada lagi anak yang tidak sekolah, tidak ada lagi pemuda-pemuda yang menganggur!

perlu diingat saudaraku, Indonesia memang berbeda dengan bangsa lain di dunia ini. tapi letak perbedaan itu bukan kita berada di bawah mereka! tidak! sekali-kali tidak! kita tidak seharusnya berada di bawah kuasa Amerika! kita tidak seharusnya tertinggal teknologi dari Jepang! Tidak!!! kita ini bangsa yang besar! kita seharusnya berada jauh di atas Amerika! teknologi kita harusnya berkembang jauh lebih cepat dari Jepang!

Apabila negara-negara lain bisa meluncurkan roketnya ke bulan,mars, atau bahkan pluto, kita harusnya dapat mnciptakan roket yang mampu tembus sampai langit ke tujuh!!!

Saudara-saudaraku, jangan pernah menyerah pada keadaan!! jangan pernah tunduk pada kebodohan!! jangan mau diperintah oleh kemiskinan!! saudara-saudara,ingatlah! Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum atau negeri kecuali mereka yang mau merubah nasib mereka sendiri!!!

maka dari itu saudara-saudaraku, sekali lagi, marilah kita bersama-sama bangkit sambil meneriakkan ALLAHU AKBAR!!! marilah kita menuju Indonesia Baru...

ALLAHU AKBAR!!!
ALLAHU AKBAR!!!
ALLAHU AKBAR!!!

*****

[sumber: http://www.kemudian.com/node/71437 ]